Senin, 22 Juli 2019

Resuman





Perkembangan Go-Jek dan CEO  Go-Jek yang menjadi Menteri

Semarang,RPL SMKN9- Dengan kodisi jalan raya yang dikepung titik kemacetan, menggunakan ojek online adalah hal rutin yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia . Namun ada pola berbeda yang mewarnai interaksinya dengan ojek online. Dalam enam bulan terakhir, lebih banyak orang menggunakan Go-Pay dibanding uang tunai. Agar mempermudah cara pembayaran Go Jek. Dan cenderung masyarakat Indonesia mengaku bisa menggunakan jasa ojek online berkali-kali dengan Go-Pay melakukan top-up di bank sudah support, dan saya bisa top-up di ATM, e-banking, atau m-banking. menggambarkan bagaimana Go-Pay kini menjadi bagian penting penggunaan uang digital Indonesia saat ini. Berdasarkan data Go-Jek, 30% transaksi e-money di Indonesia terjadi di platform Go-Pay. Pengguna GoJek juga mulai memanfaatkan fasilitas transfer uang di dalam Go-Pay. Per November 2017 kemarin, setidaknya Rp.570 juta mengalir dari pengguna Go-Jek di Jabodetabek ke berbagai daerah di Indonesia. Sepak-terjang Go-Pay ke depan dipastikan akan semakin masif. Hal ini tercermin dari langkah mereka mengakuisisi tiga perusahaan bidang keuangan awal Desember kemarin, yaitu Midtrans, Kartuku, dan Mapan.
Selama ini, ketiga perusahaan tersebut memproses total transaksi lebih dari Rp67,5 triliun per tahun melalui kartu kredit, debit, maupun dompet digital. Nadiem Makarim (Chief Executive Offi cer Go-Jek) mengatakan akusisi ini menjadi lompatan besar Go-Jek untuk menguasai teknologi multiplatform yang fokus pada pembayaran digital. Ia berharap Go-Pay bakal terus memimpin industri jasa dompet digital dan proses pembayaran independen.






LOGO Baru Go-Jek


Gojek, memperbarui logo perusahaan. Logo baru Gojek sudah muncul di toko aplikasi Android, Play Store. logo baru Gojek tampak sudah mejeng di halaman PlayStore. logo baru Gojek belum menghiasi halaman AppStore untuk platform IOS. Kembali ke logo baru Gojek, secara garis besar, logo baru perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu kini lebih segar dibandingkan versi sebelumnya. Kini, Gojek tampil dengan logo lingkaran tidak sempurna dengan titik (dot) di bagian tengahnya. Tulisan Gojek menggunakan huruf kecil warna putih, dan tanpa tanda hubung (Go-jek). Secara keseluruhan, logo baru Gojek masih mempertahankan warna hijau.




CEO Nadiem Makarim


CEO Go Jek Nadiem Makarim menemui Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa tanggal 16 juli 2019. Nadiem datang ke Kantor Wakil Presiden mengenakan kemeja biru dan celana khaki. Setelah  bertemu Bapak Kalla, ia pun meladeni sesi wawancara dengan wartawan yang sudah menunggunya. Ia mengungkapkan pertemuan tersebut membahas integrasi transportasi antarplatform. "Jadi Pak JK (Jusuf Kalla) sangat memprioritaskan transportasi, terutama di DKI Jakarta. Bersama dengan Bapak Gubernur. Salah satu yang kita bicarakan adalah bagaimana Go-Jek bisa membantu dengan multi moda transportasi di DKI Jakarta," ujar Nadiem.

Sebelumnya, logo Gojek bertulisan "Go-jek" berwarna hijau dengan warna latar belakang hitam. Sebelumnya lagi, logo Gojek diwakili dengan ikon "ojek" yang dihiasi dengan ikon "wi-fi" di bagian atasnya.
Tidak hanya logo Gojek di platform PlayStore, berdasarkan informasi yang di-blast melalui Email oleh pihak Gojek, pihaknya juga bakal mengganti logo Gojek yang menghiasi atribut mitra pengemudi (driver). Di dalam grup Facebook driver Gojek, kedua atribut pengendara seperti helm dan jaket, juga kini dominan dengan warna hijau yang dihiasi dengan logo baru tadi. Selain di atribut, logo baru Gojek juga disebut bakal menghiasi kantor pusat Gojek yang terletak di jalan Blok M, Jakarta Selatan. 

CEO GOJEK 
Nadiem Makarim masuk dalam jajaran tokoh muda yang digadang-gadang dapat menjadi menteri di kabinet Joko Widodo. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia saat ini lebih butuh pengusaha-pengusaha seperti Nadiem.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, ada sejumlah pengusaha yang dinilai cocok untuk menjadi menteri pada sektor ekonomi di kabinet baru Jokowi. Penilaian itu berdasarkan pengalaman dan rekam jejak.

Kata Bapak wakil Jusuf Kalla menilai tak semestinya pengusaha muda yang sukses didorong-dorong untuk menjadi menteri kabinet


Bapak Jusuf Kalla menilai Nadiem memang sukses di bidang bisnis. Namun ia mengatakan para pengusaha sukses sebaiknya terus berkiprah di bisnis. Sebab, Indonesia membutuhkan banyak pengusaha untuk membangun perekonomian. Lagi pula, kata Kalla, bidang kerja menteri terbatas, sehingga lebih baik para
pengusaha muda tetap berada di sektor bisnis. Ia menilai, bisnis tak terbatas Orang seperti Nadiem ini yang di Indonesia bagus di luar negeri bagus. Menteri ini terbatas bidangnya. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah entrepreneur, lanjut Bapak Jusuf Kalla. Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan, setiap periode waktu, diperlukan kabinet yang berbeda karena tantangannya juga berubah. lalu mengungkapkan kriteria menteri yang akan mengisi kabinetnya ke depan. Menurut Bapak Jokowi, para menteri yang mengisi kabinet baru nantinya harus memiliki kemampuan untuk mengeksekusi program secara tepat dan cepat. Kedua, dia harus memiliki kemampuan manajerial. 

Kemampuan ini penting untuk bisa mengelola personalia dan anggaran sehingga organisasi kementerian itu betul-betul bisa efektif. Ketiga, kabinet mendatang juga akan banyak diwarnai dengan anak-anak muda. "Ya, bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial, dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi.




Resuman

Perkembangan Go-Jek dan CEO  Go-Jek yang menjadi Menteri Semarang,RPL SMKN9- Dengan kodisi jalan raya yang dikepung titik kemace...