Perkembangan Go-Jek dan CEO Go-Jek yang menjadi Menteri
Semarang,RPL SMKN9- Dengan kodisi jalan raya yang
dikepung titik kemacetan, menggunakan ojek online adalah hal rutin yang
dilakukan oleh masyarakat Indonesia . Namun ada pola berbeda yang mewarnai
interaksinya dengan ojek online. Dalam enam bulan terakhir, lebih banyak orang
menggunakan Go-Pay dibanding uang tunai. Agar mempermudah cara pembayaran Go
Jek. Dan cenderung masyarakat Indonesia mengaku bisa menggunakan jasa ojek
online berkali-kali dengan Go-Pay melakukan top-up di bank sudah support, dan
saya bisa top-up di ATM, e-banking, atau m-banking. menggambarkan bagaimana
Go-Pay kini menjadi bagian penting penggunaan uang digital Indonesia saat ini.
Berdasarkan data Go-Jek, 30% transaksi e-money di Indonesia terjadi di platform
Go-Pay. Pengguna GoJek juga mulai memanfaatkan fasilitas transfer uang di dalam
Go-Pay. Per November 2017 kemarin, setidaknya Rp.570 juta mengalir dari
pengguna Go-Jek di Jabodetabek ke berbagai daerah di Indonesia. Sepak-terjang
Go-Pay ke depan dipastikan akan semakin masif. Hal ini tercermin dari langkah
mereka mengakuisisi tiga perusahaan bidang keuangan awal Desember kemarin,
yaitu Midtrans, Kartuku, dan Mapan.
Selama ini, ketiga perusahaan
tersebut memproses total transaksi lebih dari Rp67,5 triliun per tahun melalui
kartu kredit, debit, maupun dompet digital. Nadiem Makarim (Chief Executive
Offi cer Go-Jek) mengatakan akusisi ini menjadi lompatan besar Go-Jek untuk
menguasai teknologi multiplatform yang fokus pada pembayaran digital. Ia
berharap Go-Pay bakal terus memimpin industri jasa dompet digital dan proses
pembayaran independen.
LOGO Baru Go-Jek
Gojek, memperbarui logo perusahaan.
Logo baru Gojek sudah muncul di toko aplikasi Android, Play Store. logo baru Gojek tampak sudah mejeng di halaman PlayStore. logo baru Gojek belum menghiasi halaman AppStore untuk platform IOS.
Kembali ke logo baru Gojek, secara garis besar, logo baru perusahaan yang
didirikan oleh Nadiem Makarim itu kini lebih segar dibandingkan versi
sebelumnya. Kini, Gojek tampil dengan logo lingkaran tidak sempurna dengan
titik (dot) di bagian tengahnya. Tulisan Gojek menggunakan huruf kecil warna
putih, dan tanpa tanda hubung (Go-jek). Secara keseluruhan, logo baru Gojek masih mempertahankan warna hijau.
CEO Nadiem Makarim
CEO Go Jek Nadiem Makarim menemui Bapak Wakil Presiden Jusuf
Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa tanggal 16 juli 2019. Nadiem
datang ke Kantor Wakil Presiden mengenakan kemeja biru dan celana khaki. Setelah
bertemu Bapak Kalla, ia pun meladeni
sesi wawancara dengan wartawan yang sudah menunggunya. Ia mengungkapkan
pertemuan tersebut membahas integrasi transportasi antarplatform. "Jadi
Pak JK (Jusuf Kalla) sangat memprioritaskan transportasi, terutama di DKI
Jakarta. Bersama dengan Bapak Gubernur. Salah satu yang kita bicarakan adalah
bagaimana Go-Jek bisa membantu dengan multi moda transportasi di DKI
Jakarta," ujar Nadiem.
Sebelumnya, logo Gojek bertulisan
"Go-jek" berwarna hijau dengan warna latar belakang hitam. Sebelumnya
lagi, logo Gojek diwakili dengan ikon "ojek" yang dihiasi dengan ikon
"wi-fi" di bagian atasnya.
Tidak hanya logo Gojek di platform PlayStore,
berdasarkan informasi yang di-blast melalui Email oleh pihak Gojek, pihaknya
juga bakal mengganti logo Gojek yang menghiasi atribut mitra pengemudi
(driver). Di dalam grup Facebook driver Gojek, kedua atribut pengendara seperti
helm dan jaket, juga kini dominan dengan warna hijau yang dihiasi dengan logo
baru tadi. Selain di atribut, logo baru Gojek juga disebut bakal menghiasi
kantor pusat Gojek yang terletak di jalan Blok M, Jakarta Selatan.
CEO GOJEK
Nadiem Makarim masuk dalam jajaran
tokoh muda yang digadang-gadang dapat menjadi menteri di kabinet Joko Widodo.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia saat ini lebih butuh
pengusaha-pengusaha seperti Nadiem.
Sebelumnya, Wakil
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, ada
sejumlah pengusaha yang dinilai cocok untuk menjadi menteri pada sektor ekonomi
di kabinet baru Jokowi. Penilaian itu berdasarkan pengalaman dan rekam jejak.
Kata Bapak wakil Jusuf Kalla menilai
tak semestinya pengusaha muda yang sukses didorong-dorong untuk menjadi menteri
kabinet
Bapak
Jusuf Kalla menilai Nadiem memang sukses di bidang bisnis. Namun ia mengatakan
para pengusaha sukses sebaiknya terus berkiprah di bisnis. Sebab, Indonesia
membutuhkan banyak pengusaha untuk membangun perekonomian. Lagi pula, kata Kalla,
bidang kerja menteri terbatas, sehingga lebih baik para
pengusaha muda tetap berada di sektor
bisnis. Ia menilai, bisnis tak terbatas Orang seperti Nadiem ini yang di
Indonesia bagus di luar negeri bagus. Menteri ini terbatas bidangnya. Yang
dibutuhkan bangsa ini adalah entrepreneur, lanjut Bapak Jusuf
Kalla. Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan, setiap periode waktu, diperlukan
kabinet yang berbeda karena tantangannya juga berubah. lalu mengungkapkan
kriteria menteri yang akan mengisi kabinetnya ke depan. Menurut Bapak Jokowi,
para menteri yang mengisi kabinet baru nantinya harus memiliki kemampuan untuk
mengeksekusi program secara tepat dan cepat. Kedua, dia harus memiliki
kemampuan manajerial.
Kemampuan
ini penting untuk bisa mengelola personalia dan anggaran sehingga organisasi
kementerian itu betul-betul bisa efektif. Ketiga, kabinet mendatang juga akan
banyak diwarnai dengan anak-anak muda. "Ya, bisa saja ada menteri umur
20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial, dan mampu mengeksekusi
program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi.
Referensi:



Tidak ada komentar:
Posting Komentar